Jumat, 15 Juli 2016

Gogos Bakar Isi Abon

Gogos Bakar Isi Abon - Setelah di sibukkan dengan urusan mudik, akhirnya saya bisa juga update artikel di blog ini,dan kali ini temanya yang ingin saya ulas adalah pengalaman saya dari aktifitas balik setelah mudik ke kampung halaman di Gowa Sulawesi Selatan.

Seperti kita ketahui semua kalau mudik adalah budaya khas masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Marauke dari segala kalangan,dan ini adalah hal yang unik di negara ini yang barangkali tidak ada di negara lain,dan budaya ini tidak akan bisa hilang sampai kapan pun juga,budaya mudik inilah yang akhirnya memberikan pengalaman kepada saya akan indahnya budaya mudik.

Saya mudik tanggal 28 Juni yang lalu dan baru balik tanggal 10 Juli kemaren,ada yang unik saat saya balik dari kampung halaman,dimana saya sempat singgah di warung-warung makan yang biasa ada di sepanjang jalan di salah satu ruas jalan di Kabupaten Je'neponto (Taman Roya),di ruas jalan tersebut memang ramai warung-warung persinggahan yang di buka khusus untuk mereka yang mau beristrahat setelah menempuh perjalanan,pelintas jalan ini biasa adalah penumpang Bus jarak jauh atau pengendara kendaraan bermotor,seperti saya ini.

Saya singgah di salah satu warung peristrahatan tersebut untuk meluruskan badan-badan yang pegal setelah hampir 3 jam duduk diatas motor,seluruh badan terasa mau patah,dan alhamdulillah beristrahat di warung tersebut dapat sedikit melonggarkan urat yang tegang.

Saya tertarik dengan salah satu penganan yang di jajakan di warung tersebut,saya tanya pemilik warung tersebut apa nama penganan itu,dia menjawab pengananan itu adalah Gogos Bakar Isi Abon,bentuknya seperti lemper hanya saja penganan ini di masak dengan cara di bakar sehingga namanya Gogos Bakar Isi Abon,saya mencoba beberapa buah dan sungguh enak rasanya.

Gogos Bakar Isi Abon ini,terbuat dari nasi ketam yang sebelumnya sudah di masak setengah matang,lalu di bentuk gulungan dengan ukuran seperti ukuran pipa air 3/4 atau bisa lebih kecil lagi atau lebih besar lagi,tapi sebelum di gulung nasi ketam setengan matang ini,di isi dengan beberapa sendok Abon rasa sapi atau rasa ayam,tergantung selera,lalu setelah di gulung di bungkus dengan daun pisang muda dan di kemas dengan cara yang unik,lalu gulungan nasi ketam yang sudah di bungkus dengan daun pisang muda di bakar di bara api,sampai nasi ketam setengah matang yang ada di gulungan tersebut menjadi matang dengan sepenuhnya,menurut bapak yang menjaga warung tersebut sekaligus pemiliki warung sekaligus pembuat penganan itu,saat di bakar akan mengeluarkan rasa yang khas sekali yang merupakan tanda kalau penganan itu sudah matang,bagi yang sudah profesional mereka punya limit waktu tertentu untuk mengetahui apakan penganan ini sudah matang saat di bakar.


Gogos Bakar Isi Abon ini di buat dengan menggunakan 2 jenis beras,yaitu beras ketan putih dan beras ketan hitam,tergantung selera pembuat saja yang mana mereka juga membuat penganan ini bergantung dari selera konsumen,akan tetapi biasa dalam satu kesempatan berjualan ada 2 jenis yang di jajakan,yaitu yang terbuat dari beras ketan putih dan ketam hitam,tergantung selera saja nantinya mana yang mau di sikat,hehehe.

Sensasi awal yang di rasa saat makanan ini masuk di tenggorokan cukup asyik,... rasa khas nasi yang di bakar lalu di tambah dengan rasa abon bercampur jadi satu apalagi jika kemudian di nikmati dengan sambal tumis dan telur bebek masak,nasinya lembut dan berbau khas nasi yang di bakar,wanginya itu yang bikin selera naik sehingga menambah sampai 14 bungkus,hehehe (lapar,.hahaha).

Paling asyik lagi kalau di nikmati dengan secangkit teh tarik campur susu krimer,pas sekali sensasi rasa yang di nikmati,enaknya nasi ketan yang di bakar di padu dengan rasa abon dan pedas sambal.

Gogos Bakar Isi Abon adalah penganan khas Indonesia,yang tidak akan ada di negara lain,dan sebagai anak bangsa,saya bangga dengan negeriku yang kaya dengan kuliner khas dan unik

Salam
Artikel Lain Yang Berkaitan :

0 komentar:

Posting Komentar

 

Design By Bamz | Modified By Zulham Efendi | Privacy Policy|Disclaimer|Contact|About