Jumat, 23 Desember 2016

Yang Panas Itu Ada Di Warung Panas (WARPAS)

Yang Panas Itu Ada Di Warung Panas (WARPAS) - Judul yang cukup profokatif, tapi mau buat judul yang mana lagi, saya rasa kalimat itu sudah sangat pas untuk mengambarkan sebuah warung yang temanya "Panas", berawal dari informasi teman saya (Accungkoe Amna) maka terekomendasikanlah  sebuah warung yang akan di jadikan target saya untuk perburuan kuliner unik, lezat dan menggairahkan.


Komunikasi yang intens membuat saya semakin penasaran, sekiranya yang namanya Warung Panas ini (yang kemudian kita singkat saja menjadi WARPAS) bentuk dan cita rasa makanan yang jajakannya itu bagaimana ?, hati saya menjadi bertanya-tanya akan tapi jujur saja sejak awal saya agak curiga karena filing saya bilang warung ini kayaknya sedikit agak berbeda, sayang perbedaan itu belum bisa saya simpulkan di awal waktu.

Jam 13.01  siang hari itu pas saya punya sedikit kegiatan di Bulukumba kota, maka saya planingkan untuk mencari dan menjajal warung makan yang misterius itu, dengan berbekal sedikit informasi yang saya terima dari kawan saya tadi, akhirnya warung makan tersebut bisa saya temukan dan sungguh espektasi saya tadi betul2 diluar dugaan, tapi mau di apa lagi sudah terlanjur saya ada di depan warung makan itu, lagian sudah saya ikrarkan dalam diri sebagai seorang pemburu kuliner, mau itu kuliner ekstrim ataw kuliner yang non ektsrim, saya sikat semua,.. hehehe.
 
jangan salah pilih warungnya, ikuti yang tanda panah
Secara fisik tampilan warung tersebut sangat sederhana, bahkan jika kita tidak teliti kesan warung makan itu justru tidak bakal di rasa, soalnya dari segi bangunan sangat jauh dari yang namanya bentuk warung makan kebanyakan, sekalipun demikian saya tetap langkahkan kaki ini dengan perasaan penuh tanda tanya, kira2 menu apa yang di sajikan diwarung makan sederhana ini, dan setelah saya tanya ibu yang kelola, katanya menunya cuma udang goreng, telur goreng, disajikan dengan sup dan sambal tumis bawang, dan dengan disebutnya beberapa jenis bahan makanan itu, air saya sudah sampai diujung bibir, untung saja saya cepat menyadarinya dan buru-buru ditarik ulang lagi,...hahahaha.

Bikin makin panas nih...?
Sembari menunggu pesanan, saya sudah mulai merasakan hawa panas didalam ruangan warung makan ini, dan dari situ saya akhirnya mengambil kesimpulan bahwa pantasan saja teman saya tadi itu memberi nama warung makan ini dengan singkatan WARPAS yang artinya Warung Panas itu di karena suhu dalam ruangan lumayan bikin keringat berhamburan keluar, dan suhu tubuh  semakin panas saja apalagi saya baru mengetahui kalau ternyata saya mengambil tempat duduk yang dekat atau bersebelahan dengan panci presto buat masak air atau apalah. Waktu sekitar hampir 3 menit saya menunggu dengan penuh tanya tanya, menu apa sekiranya yang di sajikan , oh iya sedikit informasi tambahan , saya duduk bersebelahan dengan seorang yang juga sedang makan ditempat itu, dari cara dia menyantap makanan sangat tersirat  kalau apa yang dimakannya  sangat lezat sekali, air liur saya semakin deras saja mau keluar hampir bersamaan dengan semakin derasnya keringat yang membasahi tubuhku

Ini dia menu utamanya nih, perhatikan airnya minumnya !
Dan akhirnya, menu pesanan saya datang, dan wah ........ memang sangat sederhana sekali, cuma nasi putih yang di taburi beberapa potong udang goreng dan telur goreng, lalu di sajikan dengan sup yang terdiri dari air panas yang di beri beberapa irisan daun sayur, tak lupa juga sesedok makan sambal tumis yang berwarna kecoklatan, dan yang terpaling unik  adalah secangkir air tawar yang awalnya saya kira secangkir teh hangat, ternyata adalah air buat minum cuma warnanya merah mungkin di tambah campuran saat di masak. Tanpa pikir panjang lagi saya sikat menu sajian  tersebut dengan penuh penghayatan soalnya barusan saya seumur-umur makan menu kuliner seperti ini, saya berpikir ibu yang punya warung ini sangat kreatif sekali dengan berbisnis kuliner sederhana, sampai titik nasi terakhir tak ada yang saya sisakan, saya pikir mubazir kalau tersisa, saya embat semua sampai bersih piring saya, sambal sama udang dan telur gorengnya ludes kecuali supnya itu.

Setelah selesai saya menyantapsajian kuliner yang cukup istimewa tadi, saya sempatkan juga untuk bertanya sama ibu yang punya warung, bahwa kenapa warungnya ini disebut WARPAS alias warung panas, dan jawaban ibu itu seperti yang sebutkan diatas, disebut Warung Panas karena suhu udara yang ada di dalam ruang makannya lumayan panas, akan tetapi suasana panas itu yang semakin membuat selera makan makin naik.

Teman saya bilang, warung ini adalah warung idola kalangan atas dan bawah, jujur sudah saya buktikan itu, pas selesai saya membayar makanan yang ternyata sangat murah sekali yaitu seporsi cuma 10.000, parkir satu mobil plat hitam merek avansa, masuk bertanya jika menunya masih ada, sayang ibu bilang menu kulinernya dah habis,.... Gila.... benar juga teman saya itu kalau jam 4 sore biasa dah habis dan memang betul keadaanntya, dan saya yakin menu kuliner ini sangat di gandrungi oleh mereka yang berdompet tipis untuk mengisi lambung tengah terutama pegawai kantoran yang kebetulan lokasinya warung ini memang dekat dengan pusat perkantoran di kota Bulukumba.

Ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan saya dari perburuan kuliner ini, bahwa andai ibu ini mau sedikit lebih memandang visi kedepan, kenapa warungnya ini tidak di buat dengan sedikit lebih profesional persis dengan warung makan yang ada di sebelah WARPAS itu, apa  mungkin faktor modal ?, bisa jadi soalnya dinegara ku tercinta ini, untuk berusaha itu sangat sulit sekali, yang mana salah satu hal yang mempersulit adalah ketidakadaan modal usaha, soal rasa dari menu kuliner ini, saya bilang sangat luar biasa, udangnya gurih dan renyah, begitu juga dengan telur gorengnya, apalagi jika di santap setelah di colek ke sambal tumis tadi itu.

Saya beri point 8 untuk warung  makan ini, rasa dan suasana yang asli Indonesia yang beriklim tropis membuat saya berniat jika masih ada waktu saya bakal mampir lagi.

Warung Panas (WARPAS)
Alamat : Jl. Pahlawan No....
Depan Salon Yundha (Lapangan Pemuda)
Menu Andalan : Udang Goreng + Telur Goreng Sambal Colek
Harga per porsi : Rp. 10.0000


Salam
Artikel Lain Yang Berkaitan :

0 komentar:

Posting Komentar

 

Design By Bamz | Modified By Zulham Efendi | Privacy Policy|Disclaimer|Contact|About